Manusia, Tuhan dan Cinta Kasih
Semua manusia diciptakan sama, Ditengah tradisi yang
beragam
Terkadang,
sering terpikirkan tentang beberapa hal di dalam kehidupan ini. terutama,
hal-hal yang berhubungan dengan membandingkan antara diri sendiri dan orang
lain. Mengapa disaat kita miskin, ada orang yang lebih kaya. Mengapa saat kita bodoh, ada
orang yang lebih pintar. Bahkan bagi para kaum jomblo millenial, mengapa mereka
masih jomblo, sedangkan teman-temannya sudah memiliki pacar. Hal ini sering
memicu beberapa pertanyaan seperti “kapan aku mendapatkan apa yang aku harapkan”,
“Mengapa aku tidak bisa seperti mereka?”, dan “Mengapa Tuhan menciptakan aku,
apabila aku mendapatkan hidup yang berat dan tidak adil?”. Apabila kita mencoba
memikirkan ini sambil menyeruput kopi hangat, jawabannya akan sangat mudah
ditemukan.
Jika
kita memperhatikan sekeliling dengan baik, jelas kita bisa melihat bahwa setiap
orang yang kita temui pasti berbeda. Perbedaan ini jelas bisa terlihat mulai
dari penampilan, status, jara pemikiran, dan lain sebagainya.jika kita mencari
orang yang memiliki kesamaan hobi dengan diri kita, paling tidak hanya sebagian
yang kita bisa anggap sama dengan kita. Hal ini karena mereka memiliki sudut
pandang yang berbeda juga terhadap hal yang sama dengan kita. Lalu, apa
hubungannya perbedaan orang dengan diri kita? Apa manfaatnya kalau kita
memikirkan perbedaan dalam kehidupan ini?
Tuhan
menciptakan semua umatnya secara berbeda. Hal ini memang disengaja oleh Tuhan.
Mengapa? Manusia tidak bisa mengetahuinya dengan pasti. Tapi, manusia diberikan
logika untuk memikirkannya dan perasaan untuk merasakan semua aspek kehidupan. Dari
logika dan perasaan, kita dapat tahu bahwa setiap orang yang ada di dunia ini
tidak diciptakan sama. Andaikata sama pun, paling tidak ya mepet sedikit, lah.
Lalu, kenapa setiap orang berbeda?
Bila
kita melihat sebuah patung yang bentuknya dan polanya sama, apakah kita tidak
bosan? Dengan adanya perbedaan, kita bisa melihat dengan pasti apa yang kita
inginkan. Coba bayangkan, bila Tuhan menciptakan manusia di seluruh dunia
dengan bentuk wajah, tinggi badan, dan sebagainya sama semua. Bagaimana mau
membedakan mana yang sahabatku, mana temanku, mana keluargaku, dan sebagainya.
Lalu,
kalau Tuhan Yang Mahakuasa itu hanya ada satu, mengapa di dunia ini bisa ada
agama yang berbeda-beda? Mengapa kalian bisa memiliki agama yang berbeda?
kenapa tidak dijadikan satu agama saja? Lagi pula jika dilihat di seluruh
dunia, agamaku memiliki jumlah orang yang paling banyak. Kenapa seluruh dunia
tidak menyamakan dengan agamaku aja?
Kalau
sampai ada orang yang memiliki pemikiran seperti ini, kurang lebih
pemikirannya itu sedalam gelas seloki. Saking kecilnya, sampai-sampai dia tidak
bisa mau untuk menerima hal-hal baru di sekitarnya.sudah saatnya dia merubah
pola berpikirnya.
Kalau
membahas tentang agama, ini merupakan topik yang sangat berat dan sensitif. Mengapa?
Karena, agama ini ibaratkan sebuah buku panduan di tempat wisata alam yang
luas. Setiap orang punya buku panduannya sendiri-sendiri. Dan mereka punya cara
tersendiri dalam memahami buku panduan mereka.
Dalam
artian lain, agama merupakan pedoman hidup bagi para pengikutnya dalam menjalani
kehidupan dan berkomunikasi dengan Tuhan
sendiri. Setiap orang pasti punya keyakinan yang berbeda tentang Siapa itu Tuhan,
bagaimana cara berterima kasih atas karunia hidup, ucapan syukur atas rejeki,
dan sebagainya. Tentunya, mereka punya keyakinan tersendiri tentang bagaimana
cara menjalani kehidupan ini supaya menjadi lebih bermakna.
Semua
agama di seluruh dunia ini berbeda. Secara tradisi, mereka yang muslim akan menjalankan
sholat lima waktu di masjid. Yang Katolik dan Kristen mereka berdoa di gereja. Yang
Hindu ke pura, Budha di vihara, Kong Hu Chu di klenteng, dan mereka semua
sembahyang dengan menggunakan dupa dan wewangian. Semua agama memiliki tradisi
yang berbeda.
Manusia
bisa memiliki teman atau sahabat apabila mereka memiliki pemikiran yang sama. Namun
setiap agama memiliki tradisi beribadah yang berbeda. Berarti, untuk memiliki
teman yang berbada agama akan menjadi susah, bukan?
Ketahuilah,
yang berbeda dari setiap agama itu adalah tata cara dalam beribadahnya saja. Kalau
kita menilai agama ini jelek karena tradisi mereka monoton, ada yang pakai
bersujud segala, ada yang bakar-bakar dupa itu seperti buang-buang uang,
otomatis kitalah yang salah dalam menjalani kehidupan ini.
Semua
agama yang ada di dunia ini berbeda. Mulai dari tata cara beribadah, kitab yang
mereka pegang, hingga bagaimana mereka menyebut Tuhan Yang Maha Esa di dalam
doa mereka. Namun yang pasti, semua agama ini memiliki ajaran yang sama. Ajaran
apa kah itu, adalah cinta kasih
Tuhan
menciptakan Manusia yang berbeda untuk saling mencintai sesamanya. Semua perbedaan
ini bukanlah penghalang untuk menjalin persatuan dengan sesama. Setiap orang
punya keyakinan masing-masing yang harus dihargai. Boleh saja kita berpikir “Agamamu
agamamu, agamaku agamaku”. Namun yang pasti, manusia adalah makhluk sosial. Seberapa
keras pun kita menolak perbedaan agama yang ada, seseorang tidak bisa hidup
sendiri. Oleh karena itu, mulailah saat ini untuk membuka hati dan pikiran
untuk menerima segala perbedaan yang ada.



0 komentar:
Posting Komentar