Pages

Subscribe:

About

Dalam blog kecil ini, saya akan berbagi sedikit pemikiran saya tentang kehidupan

Senin, 25 Februari 2019

Manusia, Tuhan dan Cinta Kasih


Manusia, Tuhan dan Cinta Kasih
Semua manusia diciptakan sama, Ditengah tradisi yang beragam

            Terkadang, sering terpikirkan tentang beberapa hal di dalam kehidupan ini. terutama, hal-hal yang berhubungan dengan membandingkan antara diri sendiri dan orang lain. Mengapa disaat kita miskin, ada orang  yang lebih kaya. Mengapa saat kita bodoh, ada orang yang lebih pintar. Bahkan bagi para kaum jomblo millenial, mengapa mereka masih jomblo, sedangkan teman-temannya sudah memiliki pacar. Hal ini sering memicu beberapa pertanyaan seperti “kapan aku mendapatkan apa yang aku harapkan”, “Mengapa aku tidak bisa seperti mereka?”, dan “Mengapa Tuhan menciptakan aku, apabila aku mendapatkan hidup yang berat dan tidak adil?”. Apabila kita mencoba memikirkan ini sambil menyeruput kopi hangat, jawabannya akan sangat mudah ditemukan.

            Jika kita memperhatikan sekeliling dengan baik, jelas kita bisa melihat bahwa setiap orang yang kita temui pasti berbeda. Perbedaan ini jelas bisa terlihat mulai dari penampilan, status, jara pemikiran, dan lain sebagainya.jika kita mencari orang yang memiliki kesamaan hobi dengan diri kita, paling tidak hanya sebagian yang kita bisa anggap sama dengan kita. Hal ini karena mereka memiliki sudut pandang yang berbeda juga terhadap hal yang sama dengan kita. Lalu, apa hubungannya perbedaan orang dengan diri kita? Apa manfaatnya kalau kita memikirkan perbedaan dalam kehidupan ini?
            Tuhan menciptakan semua umatnya secara berbeda. Hal ini memang disengaja oleh Tuhan. Mengapa? Manusia tidak bisa mengetahuinya dengan pasti. Tapi, manusia diberikan logika untuk memikirkannya dan perasaan untuk merasakan semua aspek kehidupan. Dari logika dan perasaan, kita dapat tahu bahwa setiap orang yang ada di dunia ini tidak diciptakan sama. Andaikata sama pun, paling tidak ya mepet sedikit, lah. Lalu, kenapa setiap orang berbeda?

            Bila kita melihat sebuah patung yang bentuknya dan polanya sama, apakah kita tidak bosan? Dengan adanya perbedaan, kita bisa melihat dengan pasti apa yang kita inginkan. Coba bayangkan, bila Tuhan menciptakan manusia di seluruh dunia dengan bentuk wajah, tinggi badan, dan sebagainya sama semua. Bagaimana mau membedakan mana yang sahabatku, mana temanku, mana keluargaku, dan sebagainya.

            Lalu, kalau Tuhan Yang Mahakuasa itu hanya ada satu, mengapa di dunia ini bisa ada agama yang berbeda-beda? Mengapa kalian bisa memiliki agama yang berbeda? kenapa tidak dijadikan satu agama saja? Lagi pula jika dilihat di seluruh dunia, agamaku memiliki jumlah orang yang paling banyak. Kenapa seluruh dunia tidak menyamakan dengan agamaku aja?

            Kalau sampai ada orang yang memiliki pemikiran seperti ini, kurang lebih pemikirannya itu sedalam gelas seloki. Saking kecilnya, sampai-sampai dia tidak bisa mau untuk menerima hal-hal baru di sekitarnya.sudah saatnya dia merubah pola berpikirnya.

            Kalau membahas tentang agama, ini merupakan topik yang sangat berat dan sensitif. Mengapa? Karena, agama ini ibaratkan sebuah buku panduan di tempat wisata alam yang luas. Setiap orang punya buku panduannya sendiri-sendiri. Dan mereka punya cara tersendiri dalam memahami buku panduan mereka.

            Dalam artian lain, agama merupakan pedoman hidup bagi para pengikutnya dalam menjalani  kehidupan dan berkomunikasi dengan Tuhan sendiri. Setiap orang pasti punya keyakinan yang berbeda tentang Siapa itu Tuhan, bagaimana cara berterima kasih atas karunia hidup, ucapan syukur atas rejeki, dan sebagainya. Tentunya, mereka punya keyakinan tersendiri tentang bagaimana cara menjalani kehidupan ini supaya menjadi lebih bermakna.

            Semua agama di seluruh dunia ini berbeda. Secara tradisi, mereka yang muslim akan menjalankan sholat lima waktu di masjid. Yang Katolik dan Kristen mereka berdoa di gereja. Yang Hindu ke pura, Budha di vihara, Kong Hu Chu di klenteng, dan mereka semua sembahyang dengan menggunakan dupa dan wewangian. Semua agama memiliki tradisi yang berbeda.

            Manusia bisa memiliki teman atau sahabat apabila mereka memiliki pemikiran yang sama. Namun setiap agama memiliki tradisi beribadah yang berbeda. Berarti, untuk memiliki teman yang berbada agama akan menjadi susah, bukan?

            Ketahuilah, yang berbeda dari setiap agama itu adalah tata cara dalam beribadahnya saja. Kalau kita menilai agama ini jelek karena tradisi mereka monoton, ada yang pakai bersujud segala, ada yang bakar-bakar dupa itu seperti buang-buang uang, otomatis kitalah yang salah dalam menjalani kehidupan ini.

            Semua agama yang ada di dunia ini berbeda. Mulai dari tata cara beribadah, kitab yang mereka pegang, hingga bagaimana mereka menyebut Tuhan Yang Maha Esa di dalam doa mereka. Namun yang pasti, semua agama ini memiliki ajaran yang sama. Ajaran apa kah itu, adalah cinta kasih

            Tuhan menciptakan Manusia yang berbeda untuk saling mencintai sesamanya. Semua perbedaan ini bukanlah penghalang untuk menjalin persatuan dengan sesama. Setiap orang punya keyakinan masing-masing yang harus dihargai. Boleh saja kita berpikir “Agamamu agamamu, agamaku agamaku”. Namun yang pasti, manusia adalah makhluk sosial. Seberapa keras pun kita menolak perbedaan agama yang ada, seseorang tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu, mulailah saat ini untuk membuka hati dan pikiran untuk menerima segala perbedaan yang ada.
           
           

0 komentar:

Posting Komentar